Ini Bumiku, Tuhan...



Aku hidup diantar berpuluh rasa tak berperi di bawah suryaMu
Kau izinkan kumenari di atas bumi tempat kuberpijak
Kau tebarkan wangi hujan selembut tak tergambarkan
Lantas Kau ukir pelangi nan indah menawan dilangitMu yang luas itu...

Sampai sesak kuhirup udaraMu
Kau tak pernah murka, Tuhan...
Oooh... betapa aku ingin sekali menari seperti ini
Selamanya...

Namun, tiba-tiba henyakku atas lamunan rindu yang membuncah
Tak elakku melihat duniaku kini tak seperti dianganku!
Mengapa tak lagi kudengar kicau burung yang dulu ikut menari bersamaku?
Mengapa sekarang begitu berbeda dalam pandanganku, Tuhan?

Hanya saja....
Aku tahu ini bumiku!
Maka biarkan aku disini, tak ingin berlari keliling dunia
Aku hanya ingin menari disini,
dibumi tempat kugantungkan harapan setinggi langitMu
dan hingga saatnya tiba, aku yakin....
aku, hujan, pelangi, dan kicau burung-burung
akan kembali dapat tersenyum secantik bertangkai-tangkai edelweis dipuncak gunung itu
dan duniaku pun akan kembali menebar wangi tanah yang sarat janji
bahwa akan tumbuh beribu hijau dengan tetes embun yang menyejukkan


Sumber Foto
http://www.freewallpaperdesktopwallpaper.com/free-wallpaper-desktop-wallpaper-rainbow-farmland-mick-y.jpg



Ditulis oleh Nur Rahma Hanifah
Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI
Staf Departemen Sosial Masyarakat BEM FISIP UI